Senin, 09 November 2009

Overcoming A Broken Heart

Overcoming A Broken Heart

Apakah patah hati bisa diatasi ?
Tentu bisa dong ! para psikolog berpendapat, bagi para penderita patah hati sebaiknya tetap percaya diri dan yakin kalo masalah yang dihadapinya bisa diatasi. Dan pada gilirannya mereka harus bisa menerima kenyataan yang telah terjadi.
The Dangers !!!
Buat sebagian orang, diputusin pacar mungkin bukan hal yang besar. Tapi gag sedikit yang terguncang dan patah hati ketika hubungannya kandas ditengah jalan. Umumnya orang yang patah hati akan merasa kecewa, depresi atau terus menerus menangis karna sedih.
Sebetulnya seberapa parah, sih, kejiwaan seseorang yang mengalami patah hati? Prof. Alex Garner, anggota The British Psychological Society mengatakan “orang bisa mati karna patah hati” Dalam keadaan ekstrim, hubungan percintaan yg naek turun alias gag stabil atau ditolak cintanya, bisa membawa orang melakukan tindakan diluar kendali. Eits! Kalo kamu ngakunya anak-anak Tuhan, gag boleh kaya gini,yah!

Iya, sih, untuk melalui masa-masa yang menyakitkan memang membutuhkan waktu, yang rentangnya bisa beda pada masing-masing orang. Tergantung pada seberapa keras usaha orang tersebut dalam mengatasi masalah yang mengukung dirinya.
Apa kamu termasuk orang yang lagi patah hati ? ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk segera melupakan sang mantan dan mulai membangun hubungan baru, recommended beberapa ahli cinta. Dijamin manjur buat cewe atau cowo!!!

1. Lupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan mantan. Jangan biarkan segala kenangan tentang dia mampir dalam pikiran kamu. Putuskan kontak. Kalo gag perlu-perlu banget jangan menghubunginya. Eits, ini bukan berarti kamu boleh membencinya, lho. Persahabatan dan hubungan baik tetap perlu diupayakan. Kalo someday gag sengaja bertemu dengan mantan, kamu gag perlu menghindarinya.

2. Daripada Cuma nambah perih hati setiap kali melihatnya, singkirkan semua barang pemberian doi. Bisa kamu simpan ditempat yang gag terjangkau mata atau kamu kembalikan pada yang bersengkutan. Atau, kamu sumbangin ke orang-orang yang membutuhkan.

3. Evaluasi kegagalan hubungan kamu dengan si dia. Pelajari sebab-sebab kenapa hubungan kalian ga berjalan mulus. Ingat, sekalipun ada dipihak mantan (misalnya, karena selingkuh), sadar atau gag sadar sekecil apapun kita pasti punya peranan dalam kegagalan itu. Percaya deh, suatu hari nanti hasil evaluasi akan sangat bermanfaat buat kamu. Terutama saat kamu sudah siap untuk membangun hubungan yang baru dengan seseorang. Learn from your experience!

4. Kalo kamu merasa kesepian, jangan malah pergi menyendiri ke tempat sepi. Ini bisa bikin kamu tambah mellow dan sedih. Mending kunjungi sahabat atau keluarga terdekatmu. Ajak mereka hang out atau have fun bareng. Misalnya maen games atau bercerita hal-hal ringan dan lucu semasa kecil.

5. Ini yang paling penting, berlarilah pada Tuhan. Sehancur apapun hatimu, Tuhan sanggup lho, menghibur bahkan menyembuhkan semua luka yang kamu alami dengan sempurna. Sekalipun pacar kamu sudah menyakiti atau mengecewakan dengan meninggalkan kamu, toh kamu masih punya Tuhan Yesus, kekasih hati mu yang super baik, pengertian dan sayang setengah mati sama kamu. Kelebihan lainnya, Yesus tuh setia, gag akan pernah ngecewain apalagi ninggalin kamu sampai kapanpun. So, keep on smiling coz you still have Jesus!

6. Sebagai langkah preventif, bergaul lah karib dengan Tuhan. Jadi, begitu kamu mengalami hal yang gag enak kamu akan langsung hancur-hancuran. Coz dengan bergaul karib dengan Tuhan (dan tentu aja firmanNya), kamu bakalan lebih mengerti kalo segala sesuatu dalam hidup ini ada maksudnya. Pengalaman cinta yang pahit sekalipun akan berubah menjadu kebaikan selama kamu mempercayakan kehidupan kamu ditanganNya.

FirmanNya berkata, “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia…” (Roma 8:28).
Someday, kamu justru akan bersyukur dengan pengalaman itu dan menyadari bahwa masa-masa sulit itu membuat kamu semakin menjadi pribadi yang kuat dan teguh didalam iman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar